Senin, 30 Juni 2014

Dari Limbah Daun Singkong Menjadi Keripik Pedas

Kibela (keripik belut nabati).

Singkong. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah pedesaan. Apabila telah mencapai umur, singkong akan dipanen. Sedangkan daun singkong, terutama yang telah tua akan menjadi limbah yang tidak dimanfaatkan. 


Satu batang pohon singkong memiliki jumlah daun yang cukup banyak, mencapai 30 hingga 40 lembar. Selama ini, daun singkong baru dimanfaatkan sebagai sayuran atau pakan ternak.



Tetapi, di tangan mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, daun singkong yang sudah tua maupun muda yang kurang dimanfaatkan tadi bisa dimanfaatkan menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual tinggi, yaitu Kibela (Keripik belut nabati) dengan level pedas.



Para mahasiswa tersebut yaitu Anita Ekantini, Indarti, Sofyan Dwi Nugroho (Prodi Pendidikan IPA), Yuli Subekti (Pendidikan Kimia), dan M. Robby F (Pendidikan Kimia).



Menurut Anita, kandungan gizi daun tanaman ubi kayu (manihot esculenta) bermanfaat bagi tubuh, di antaranya adalah Vitamin A, vitamin B17, vitamin C, kalsium, fosfor, protein, lemak, karbohidrat, dan zat besi. 



"Alasan kami mengembangkan usaha baru yaitu untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun singkong menjadi produk cemilan sehat dan menggugah selera. Kibela atau keripik belut nabati dengan level pedas berbahan daun singkong," katanya, Jumat 27 Juni 2014.



"Alasan namanya disebut keripik belut nabati, karena bentuk dan citarasa dari Kibela yang mirip dengan keripik belut, tetapi bahan bakunya dari tumbuhan (bahan nabati)," jelasnya lagi.



Inovasi yang dilakukan pada produk ini adalah dengan menambah bumbu pedas pada produk keripik daun singkong, yang pedasnya berlevel dari agak pedas sampai sangat pedas (dari level 1 sampai 5).



Kemasan produk Kibela dibuat menarik dengan kemasan bergambar dan berbahan alumunium foil agar keripik lebih awet. 



"Dengan keripik daun singkong yang memiliki tambahan rasa pedas berlevel dan kemasan yang menarik ini, tentu akan membuat konsumen tidak merasa bosan untuk mengkonsumsinya sebagai cemilan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Anita menjelaskan, pemasaran produk ini dengan menitipkan Kibela di toko pusat oleh-oleh maupun di swalayan-swalayan. Selain itu, imbuhnya, dia juga akan menjual Kibela secara online. 



"Untuk mempromosikan Kibela di kalangan masyarakat, kami menggunakan jasa media elektronik (internet), yaitu dengan membuat web khusus untuk pemasaran Kibela," tuturnya. (asp)

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/516679-dari-limbah-daun-singkong--tercipta-keripik-pedas




Tidak ada komentar:

Posting Komentar