Senin, 30 Juni 2014

Integrasi antara Sari Air Laut & Tahu Menjadi Tahu Nigarin

Latar Belakang SAL(Sari Air Laut) atau juga disebut Nigarin


Kalangan anak muda jepang, terutama remaja perempuan, senantiasa membawa sari air laut (nigari), “Gunanya menjaga tubuh tetap langsing dan terhindar dari penyakit kolesterol walau memakan apa pun"

Masyarakat Jepang lebih beruntung. Mereka terbiasa minum nigari sebagai sumber magnesium. Nigari alias sari air laut adalah air laut tua atau yang berada di lapisan teratas, kira-kira setebal 10 cm, dalam pembuatan garam. Sementara lapisan bawah bakal menjadi garam. Supaya menjadi sari air laut, air tua itu diproses dengan otoklaf kristalisasi. Biasanya air tua terbuang dalam proses pembuatan garam. Satu ton produksi garam, membutuhkan 50 m3 air laut. Jumlah air tua yang terbentuk 1,9 m3. Nigari berupa bubuk magnesium klorida kerap dipakai untuk koagulan (pengeras) alami dalam pembuatan tofu alias tahu jepang serta bahan pendingin alami ikan.

Nigarin adalah ekstrak air laut yang mengandung mineral mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Nigarin memiliki kandungan lebih dari 80 jenis mineral termasuk Magnesium, Kalium, Zinc, Kalsium, Natrium, Yodium, Selenium, dan Cesium.

Fungsi magnesium yang utama adalah melenturkan pembuluh darah dan membantu menghilangkan timbunan lemak yang terjadi pada dinding sebelah dalam dari pembuluh darah. Juga berfungsi sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan haemoglobin

- Pelangsing No.1 di Jepang tanpa Diet & Olahraga Berat
- Bakar Lemak sekaligus pembentukan Otot dg Magnesium
- Mengurangi Stress / Depresi (Anti Stress)
- Detoksifikasi : keluarkan racun tubuh
- Cegah KANKER dg sel Selenium
- Cegah/Obati STROKE & Hipertensi (Darah Tggi)
- Mencegah/Obati Jantung Koroner, Epilepsi(Ayan)
- Mengatur Detak Jantung
- Memblokir TRIGLISERIDA & Kolesterol
- Pemecah Batu Ginjal di Saluran Kencing
- Memblokir Gula & atasi Diabetes
- Perawatan Kulit : angkat kulit Mati, kurangi jerawat, Kolagen
- Membakar dan Memblokir Lemak
- Atasi Sembelit, cegah Kejang Otot
- Kurangi Insomnia

Nah! Sekarang Tahu Nigarinnya Tanpa Cuka loh gan

13456880902013254861
Persoalan klasik dalam UKM Tahu adalah limbah yang berlimpah (ampas dan air sisa penyaringan) sekaligus bau menyengat yang dihasilkan karena whey yang digunakan. Sebagian besar limbah tersebut dibiarkan mengalir di sekitar tempat produksi. Di berbagai tempat, tidak sedikit warga yang protes.

Berbagai jenis tahu dapat kita temukan di pasaran dalam berbagai variasi bentuk, ukuran, warna dan nama tahu. Selain tahu putih atau tahu biasa, di pasar juga dikenal beberapa jenis tahu misalnya tahu sumedang, tahu bandung, tahu takwa, tahu cina, tahu sutera, dan lain-lain.

Wajar saja banyak ragam jenis tahu di pasaran, karena masyarakat Indonesia sangat menyukai makanan berbahan dasar tahu ini karena selain harganya yang murah juga mempunyai kandungan protein, vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh.

Meskipun memiliki keragaman bentuk, ukuran, warna dan nama, kesemua jenis tahu tersebut pada dasarnya adalah gumpalan protein yang diperoleh dari filtrat kedelai yang telah dipisahkan dari ampasnya. Selama ini, bahan penggumpal (koagulan) yang lebih banyak dipergunakan dalam proses pembuatan tahu adalah whey disamping bahan penggumpal lain seperti asam cuka dan batu tahu.

Whey adalah cairan sisa proses penggumpalan dalam pembuatan tahu yang masih dapat digunakan lagi sebagai bahan penggumpal dalam proses penggumpalan selanjutnya. Agar dapat digunakan untuk menggumpalkan protein dalam pembuatan tahu, cairan sisa (whey) harus disimpan selama 1 x 24 jam untuk memberikan kesempatan kepada bakteri asam cuka untuk memfermentasikannya.

Saat ini, di pasaran telah ada bahan penggumpal (koagulan)  lain yang dapat menghasilkan tahu dengan kandungan Calcium, Magnesium, Vitamin B-12 dan Isoflavon yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahu yang selama ini ada di pasaran, yaitu NIGARIN yang berasal dari sari air laut (SAL) dan tahu yang dihasilkan kita kenal sebagai TAHU NIGARIN.

“Tahu nigarin ini berbeda dengan tahu lain yang menggunakan cuka. Bisa langsung dimakan tanpa digoreng. Karena memang tidak kecut” Ujar Sujian Toro akrab disapa Toro sebagai salah satu pengembang Tahu Nigarin asal Gresik.

Saat dijumpai dalam kesempatan mengikuti kegiatan Safari Ramadhan bersama Kadin Jatim di Kabupaten Pamekasan. “Bahkan air sisa pemerasan Tahu Nigarin dapat diminum yang biasanya dibuang sebagai limbah di industri tahu lainnya” ujarnya lebih lanjut.

Nigarin, selain dapat menghasilkan tahu dengan kandungan mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahu yang selama ini ada di pasaran, juga dapat menghasilkan sisa air tahu yang langsung dapat diminum. Selain kandungan mineralnya yang lebih tinggi dibanding dengan tahu biasa, sisa air tahu nigarin mempunyai pH yang netral sehingga layak diminum secara langsung.

Sebagai bahan penggumpal tahu, nigarin berasal dari sari air laut (SAL) diperoleh dari sisa pembuatan garam yang dikenal dengan sebutan Nigari karena rasanya pahit yang disebabkan adanya kandungan mineral Magnesium (Mg) di dalamnya. Di dalam nigarin terkandung lebih dari 80 jenis mineral, dengan kandungan utama berupa magnesium dan kalium. Selain itu, terdapat juga kandungan mineral lain seperti selenium, boron dan molybdenum dalam jumlah mikro.

Di Jepang,  nigarin sudah sejak lama digunakan sebagai koagulan (bahan penggumpal) alami dalam pembuatan tahu dan bahan pengawet/pendinginan ikan.

SAL berasal dari limbah tambak garam yang biasa disebut sebagai air tua (bittern) yang berada di atas kristal garam. Petambak garam selalu membuang air tua tersebut, karena jika tidak dibuang kristal garam tidak akan berwarna putih dan rasanya kurang asin. Walaupun berasal dari bahan alami, SAL tetap memerlukan sentuhan tangan manusia untuk mengolahnya dari air laut menjadi SAL yang siap untuk dikonsumsi.

Pembuatan SAL dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam, mulai dari cara yang sangat sederhana sampai memerlukan peralatan yang agak rumit dan mahal. Hal terpenting yang perlu diketahui bahwa kita harus menetapkan kadar magnesium yang ingin kita hasilkan, sesuai dengan tujuan pembuatannya.

Saat ini tengah dilakukan proses pelatihan dan pengembangan UKM Tahu Nigarin di seluruh daerah di Jawa Timur sebagai bagian dalam program bersama Kadin Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi untuk mengangkat pengusaha baru. “Hingga akhir 2012 diharapkan seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dapat menerapkan inovasi dan usaha Tahu Nigarin ini” ujar Dr. Nelson Sembiring, Wakil Ketua Kadin Jatim. “kita telah mendapatkan dukungan besar dari Gubernur dan perusahaan-perusahan rekanan Kadin” tandasnya. (Rimba/Aria)


Cara Buatnya Gimana yah?

buatnya mirip bikin tahu biasa, gak lepas dari 
gilingan gan :-D
ok gan chek this out!



  • Kedelai sebanyak 1 Kg gram
  • Dicuci secukupnya lalu direndam dahulu selama 4 (empat) jam
  • Kedelai kemudian digiling bersama 7 Liter air mentah
  • Dipanaskan sampai mendidih
  • Kemudian campurkan 40 CC Nigarin yang sdh diencerkan dengan 120 CC air putih
  • Diaduk perlahan-lahan
  • Ambil tahu yang masih menggumpal dengan serok kemudian letakkan di cetakan
  • Diamkan sampai agak dingin sampai suhu ±50°C
  • Diamkan beberapa saat di dalam Kulkas (pendingin)

  • Tahu NIGARIN siap dikonsumsi
selamat mencoba

Sumber : http://archive.kaskus.co.id//thread/8076011/0 
http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/08/23/tahu-tanpa-cuka-tahu-nigarin-481449.html
http://tahunigarin.blogspot.com/2011/10/membuat-sendiri-tahu-nigarin.html

Dari Limbah Daun Singkong Menjadi Keripik Pedas

Kibela (keripik belut nabati).

Singkong. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah pedesaan. Apabila telah mencapai umur, singkong akan dipanen. Sedangkan daun singkong, terutama yang telah tua akan menjadi limbah yang tidak dimanfaatkan. 


Satu batang pohon singkong memiliki jumlah daun yang cukup banyak, mencapai 30 hingga 40 lembar. Selama ini, daun singkong baru dimanfaatkan sebagai sayuran atau pakan ternak.



Tetapi, di tangan mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, daun singkong yang sudah tua maupun muda yang kurang dimanfaatkan tadi bisa dimanfaatkan menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual tinggi, yaitu Kibela (Keripik belut nabati) dengan level pedas.



Para mahasiswa tersebut yaitu Anita Ekantini, Indarti, Sofyan Dwi Nugroho (Prodi Pendidikan IPA), Yuli Subekti (Pendidikan Kimia), dan M. Robby F (Pendidikan Kimia).



Menurut Anita, kandungan gizi daun tanaman ubi kayu (manihot esculenta) bermanfaat bagi tubuh, di antaranya adalah Vitamin A, vitamin B17, vitamin C, kalsium, fosfor, protein, lemak, karbohidrat, dan zat besi. 



"Alasan kami mengembangkan usaha baru yaitu untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun singkong menjadi produk cemilan sehat dan menggugah selera. Kibela atau keripik belut nabati dengan level pedas berbahan daun singkong," katanya, Jumat 27 Juni 2014.



"Alasan namanya disebut keripik belut nabati, karena bentuk dan citarasa dari Kibela yang mirip dengan keripik belut, tetapi bahan bakunya dari tumbuhan (bahan nabati)," jelasnya lagi.



Inovasi yang dilakukan pada produk ini adalah dengan menambah bumbu pedas pada produk keripik daun singkong, yang pedasnya berlevel dari agak pedas sampai sangat pedas (dari level 1 sampai 5).



Kemasan produk Kibela dibuat menarik dengan kemasan bergambar dan berbahan alumunium foil agar keripik lebih awet. 



"Dengan keripik daun singkong yang memiliki tambahan rasa pedas berlevel dan kemasan yang menarik ini, tentu akan membuat konsumen tidak merasa bosan untuk mengkonsumsinya sebagai cemilan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Anita menjelaskan, pemasaran produk ini dengan menitipkan Kibela di toko pusat oleh-oleh maupun di swalayan-swalayan. Selain itu, imbuhnya, dia juga akan menjual Kibela secara online. 



"Untuk mempromosikan Kibela di kalangan masyarakat, kami menggunakan jasa media elektronik (internet), yaitu dengan membuat web khusus untuk pemasaran Kibela," tuturnya. (asp)

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/516679-dari-limbah-daun-singkong--tercipta-keripik-pedas




Dari Mangrove berubah Jadi Kerupuk

Kerupuk Jeruju ini berbahan dasar daun mangrove.

 Pohon mangrove selama ini hanya dikenal dan dimanfaatkan untuk mencegah abrasi pantai. Namun, ternyata manfaat dari pohon mangrove cukup beragam.


Bahkan, hampir semua bagian dari pohon mangrove juga dapat dimanfaatkan dan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman yang tentunya bermanfaat bagi kesehatan.


Salah satu bagian mangrove yang bisa dimanfaatkan adalah daunnya. Daun mangrove jenis jeruju dikenal memiliki manfaat di bidang kesehatan.
Banyak wisatawan yang datang ke hutan mangrove di Dusun Baros, Desa Titohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan jauh- jauh dari luar Provinsi DIY, hanya untuk mencari daun mangrove yang satu ini.


Selain bisa dimanfaatkan sebagai obat, sebenarnya daun mangrove jenis jeruju ini pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk. Namun, belum ada warga yang mengerti cara pengolahan daun mangrove jeruju menjadi kerupuk, sehingga ketersediaan daun mangrove jenis jeruju ini belum dimanfaatkan secara optimal.


Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) 2014, tergerak untuk membantu masyarakat Dusun Baros untuk memanfaatkan daun mangrove jenis jeruju ini untuk diolah menjadi kerupuk, sehingga mempunyai nilai jual.
Para mahasiswa tersebut, yaitu Laila Nurhayati (Prodi Pendidikan IPA), Nur Dwi Laili Kurniawati, Jihan Ulya Mulyani, dan Afifah Nur Indah Sari (Prodi Pendidikan Matematika).


Ketua tim, Laila, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dengan dua tahapan yaitu pelatihan pemilihan daun mangrove yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk dan pelatihan pengolahan daun mangrove menjadi kerupuk daun mangrove.


"Pelatihan dilaksanakan untuk empat RT (rukun tetangga) yang dilaksanakan secara bertahap. Sebelumnya, pelatihan ini disosialisasikan kepada masyarakat dan akan dievaluasi setelah pelaksanaan," katanya, Senin 30 Juni 2014.


Dengan pelatihan ini, lanjut Laila, diharapkan kesejahteraan warga di daerah Dusun Baros dapat meningkat. Selain untuk membekali warga dengan  keterampilan mengolah daun mangrove menjadi kerupuk, dapat juga untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga di dusun tersebut.


Laila menjelaskan, bahan untuk membuat kerupuk mangrove yaitu tepung kanji, tepung sagu, tepung terigu, bawang putih, soda kue, garam air, dan minyak goreng. Sementara itu, cara pembuatan kerupuk daun mangrove ini adalah dengan mencampur bahan-bahan sampai rata.


Mengambil campuran tepung ± 8-10 sendok makan, kemudian menambahkan ± 650 cc air hasil daun jeruju yang diblender, lalu mengaduk sampai rata. Kemudian, memanaskan adonan sambil mengaduk hingga menjadi bubur yang kental lalu menuangkan bubur ke sisa campuran tepung, mengulangi hingga adonan alis dan tidak lengket di tangan.


Selanjutnya, mengambil adonan dan bentuk silinder. Mengukus ±1 jam sampai benar-benar matang lalu mengangkatnya, dilanjutkan dengan mengangin-anginkan agar cukup kering, memotong tipis-tipis, menjemur sampai kering dan menggoreng kerupuk yang telah kering itu untuk disajikan.

Minggu, 29 Juni 2014

Hukum syari'ah Makelar

Alhamdulillah, salawat & salam semoga terlimpahkan kpd Nabi Muhammad, keluarga, & sahabatnya.
Saudaraku, mungkin Anda merasa segan utk terjun ke dunia bisnis. Banyak alasan yg mendasari keseganan Anda ini, di antaranya ialah karena faktor modal.
Saudaraku, besarkan harapan & tdk perlu berkecil hati! Betapa byk pengusaha sukses yg merintis kesuksesannya dari titik nol. Bila Anda bertanya kpd mereka, “Apa modal awal bisnis Anda?” Mereka hanya bisa menggelengkan kepala, sbg ungkapan bahwa pd awalnya mereka tdk memiliki modal sepeser pun. Lalu, apa yg menjadikan mereka berani terjun ke dunia bisnis?
Ketauhilah, Saudaraku. Seringkali, yg menjadikan mereka bernyali besar sehingga menekuni dunia bisnis hanyalah kepercayaan diri. Mereka percaya bahwa mereka memiliki kemampuan & merasa yakin bisa mendapatkan kepercayaan. Bila demikian adanya, maka apa yg menjadikan Anda segan utk turut menekuni dunia bisnis? Bukankah Anda meyakini bahwa bisnis–alias perniagaan–adalah salah satu ladang rezeki yg terbaik? “Dari sahabat Rafi’ bin Khadij, ia menuturkan, ‘Dikatakan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), ‘Wahai Rasulullah, penghasilan apa yg paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Hasil karya seseorang dgn tangannya sendiri & setiap perniagaan yg baik.”” (Hadis Riwayat: Ahmad, Ath-Thabrani, & Al-Hakim; oleh Syeikh Al-Albani dinyatakan sbg hadis sahih)
Saudaraku, byk celah usaha terbuka lebar di depan Anda! Salah satunya ialah menjadi perantara–alias moderator–atau lbh akrab disebut “makelar“.
Saudaraku, bila Anda telah menemukan celah ini & Anda merasa cocok utk memasukinya, maka alangkah baiknya bila terlebih dahulu mengetahui cara syariatagama memberi bantuan bagi Anda.

Jujur

Kejujuran adl kepribadian yg seyogianya mendasari setiap aktivitas seorangmuslim. Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas berkata, “Seorang muslim itu bisa saja memiliki tabiat pengkhianat & pendusta.” (Hadis Riwayat: Al-Baihaqi)
Dalam dunia percaloan, betapa sering kita mendapatkan saudara-saudara kita melanggar prinsip ini. Ada yg mengaku sbg pemilik barang, sehingga ia bernegosiasi dgn calon pembeli. Padahal, pemilik barang sesungguhnya tdk pernah memberi wewenang utk mengadakan negosiasi atau akad penjualan. Ia hanya mendapatkan kepercayaan mencarikan calon pembeli atau calon penjual.
Di antara sikap mediator, yg nyata merusak kepribadiannya sbg muslim, ialah menyalahi ketentuan harga jual yg diamanahkan kepadanya. Menaikkan harga jual tanpa persetujuan dari pemilik barang demi mengambil selisih harga jual lbh tinggi dari yg dijanjikan pemilik barang. Bisa saja, barang yg diamanahkan kepadanya itu tdk laku jual atau paling kurang tepat menemukan pembeli.
Pada sesuatu hari, sahabat Hakim bin Hizam–seorang pengusaha–bertanya kpd Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang permasalahan yg sering dihadapinya, “Wahai Rasulullah, sebagian orang mendatangiku ingin membeli sesuatu yg tidak/belum aku miliki. Ia menginginkan agar aku terlebih dahulu membeli barang yg ia inginkan dari pasar, lalu aku menjualnya kembali kepadanya.” Rasulullah menjawab, “Janganlah engkau menjual sesuatu yg tdk engkau miliki.”(Hadis Riwayat: Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, & Ibnu Majah)

Perjelas hak Anda

Saudaraku, syariat Islam mengajarkan agar kita senantiasa menghormati kepemilikan hak-hak saudara kita. Oleh karena itu, penuhi prinsip perniagaan, mulai dari kejelasan status, hak, hingga kewajiban. Memperjelas hak & kewajiban, sejak awal akad, menjadikan Anda tenang & menjauhkan diri dari persengketaan. Ketahuilah, setiap akad atau transaksi, yg berpeluang menyulut persengketaan antara sesama muslim, biasanya diharamkan dalam Islam. Karenanya, sekali lagi, perjelaslah hak & kewajiban Anda sebelum melangkah lbh jauh.
Inilah yg mendasari sahabat Umar bin Al-Khatthab utk menyatakan, “Penentu hak adl persyaratan.” (Hadis Riwayat: Ibnu Abi Syaibah & Al-Baihaqi; oleh Al-Albani dinyatakan sbg riwayat yg sahih)
Ketahuilah, Saudaraku! Hak Anda sbg mediator hanyalah fee atau upah yg telah disepakati dgn pemberi amanah. Adapun selebihnya adl hak pemilik amanah, bukan milik Anda. Karenanya, Anda berkewajiban utk menghormati & tdk sepantasnya melanggar hak saudara Anda tanpa izin & keridhaan darinya.
Tidaklah halal harta seorang muslim kecuali dgn dasar kerelaan jiwa darinya.” (Hadis Riwayat: Ahmad, Ad-Daraquthni, & Al-Baihaqi; oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar & Al-Albani dinyatakan sbg hadis sahih)
Pendek kata, sebesar apa pun hak yg telah dijanjikan oleh pemilik amanah & telah Anda setujui, maka hanya itulah hak yg layak Anda tuntut & wajib ia berikan. “Kaum muslimin senantiasa memenuhi persyaratan mereka.” (Hadis Riwayat: Abu Daud, Al-Hakim, & Al-Baihaqi; oleh Al-Albani dinyatakan sbg hadis sahih)

Hindarilah khianat terselubung

Di dunia ini, byk orang bermuka dua; berkesan menolong atau belas kasihan, namun sesungguhnya menyimpan kebengisan. Karenanya, dalam dunia percaloan, Anda seringkali menemukan mediator yg terkesan berpihak kpd Anda, tapi tanpa Anda sadari–sebenarnya–ia sedang bersekongkol dgn penjual utk mengeruk harta Anda.
Misalnya, bila Si A memiliki toko bahan bangunan, yg biasanya menjual genting seharga Rp 1.000,00 (seribu rupiah) per genting, tetapi karena Konsumen B datang ke toko tersebut dgn dibawa oleh Si C yg berprofesi sbg tukang bangunan maka Si A menjual gentingnya kpd Si B seharga Rp 1.050,00 (seribu 5 puluh rupiah) per genting, dgn perhitungan: Rp 1.000,00 adl harga genting sebenarnya, & Rp 50,00 adl fee utk C yg telah berjasa membawa konsumen ke toko Si A.
Saudaraku, bila Anda telah menemukan celah ini & Anda merasa cocok utk memasukinya, maka alangkah baiknya bila terlebih dahulu Anda mengetahui tuntunan syariat agama bagi Anda.
Sudah barang tentu, ketika A menaikkan harga penjualan dari Rp 1.000,00 menjadi Rp 1.050,00 dgn perhitungan seperti di atas, tanpa sepengetahuan B. Pada kasus seperti ini B dirugikan, karena ia dibebani Rp 50,00 sbg fee utk C, tanpa ada kesepakatan terlebih dahulu. Padahal biasanya, si C telah mendapatkan fee dari si B yg setimpal atas jasanya memilihkan toko & barang yg dibeli.
Sikap seperti ini tentu bertentangan dgn firman Allah ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ
Wahai orang-orang yg beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dgn jalan yg batil, kecuali dgn jalan perniagaan yg berlaku suka-sama-suka di antara kamu.” (Al Qur’an Surat: An-Nisa:29)
Juga bertentangan dgn sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak boleh melakukan tindakan yg dpt menimbulkan kerugian pd orang lain, juga tdk dibenarkan membalas dgn yg melebihi perbuatan. Barang siapa yg melakukan perbuatan yg merugikan orang lain, niscaya Allah timpakan kerugian kepadanya. Barang siapa yg melakukan perbuatan yg menyusahkan orang lain, niscaya Allah menimpakan kesusahan kepadanya.” (Hadis Riwayat: Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Bila pemilik toko memberi fee kpd Si C tanpa menaikkan harga jual maka itu tdk salah. Atau, sebelumnya pemilik toko memberitahukan kpd pembeli bahwa harga genting ditambah fee yg akan deberikan kpd mediator, & ternyata pembeli mengizinkan, maka ini dibenarkan.
[Oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri. Sumber: www.pengusahamuslim.com ]

Kamis, 12 Juni 2014

Program Shutdown Otomatis

Gan, pada posting kali ini saya akan share program timer buatan saya sendiri untuk shutdown otomatis dengan pengaturan shutdown yang kita inginkan, pada program ini ada beberapa menu - menu shutdown yang agan pilih mulai 30 menit sampai 3 jam, program ini juga bisa digunakan ketika agan - agan ingin menonton film buat teman tidur agan agar agan tidak menyia - nyiakan laptop agan ketika agan tertidur, dan progrm ini free buat agan - agan semua.



Silahkan agan download program Timer Jo disini